Tuesday, August 19, 2014

Fenomenologi Berawal.....

Ini Janji saya semalam,  lanjutan dari The Dual Legacy. Sambil menunggu kuliah hari kedua pukul 07:50, tentang Aristoteles. Hal yang penting yang membedakan The Dual Legacy, Plato menyatakan teori tentang bentuk-bentuk ideal benda, sedangkan Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa bentuk karena ia ada (eksis). Ini loh yang menjelaskan tentang gambar Plato yang nunjuk keatas artinya bentuk ideal sebuah benda pernah ada, artinya kita sekarang udah tau idealnya bagaimana, sedangkan Aristoteles menyatakan bahwa materi tidak mungkin tanpa bentuk karena dia ada (eksis) ini loh dasar kita melihat penelitian metode Fenomenologi.





ARISTOTELES

Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk wilayah Makedonia Tengah) tahun 384 SM. Ayahnya adalah tabib pribadi Raja Amyntas dari Makedonia. Pada usia 17 tahun (waktu umur 17 tahun inget gak, kalian jadi murid suapa?).

Aristoteles bergabung menjadi murid Plato. Belakangan ia meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Aristoteles meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal, dan menjadi guru bagi Alexander dari Makedonia. Saat Alexander berkuasa di tahun 336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM.

Hasil karyanya banyak sekali. Akan tetapi sulit menyusun karyanya itu secara sistematis. Berbeda-beda cara orang membagi-bagiannya, ada yang membaginya menjadi 8 bagian, yang mencakup masalah logika (enam makalah, yang dianggap sebagai karya-karyanya yang paling penting), metafisika, etika, politik, psikologi, biologi, ekonomi dan filsafat alam dan akhirnya retorika dan poetika.

Filsafat Aristoteles berkembang pada waktu ia memimpin Lyceum. Ada juga orang yang menguraikan perkembangan pemikiran Aristoteles melipti 3 tahap, yaitu:
1. Tahap di Akademi, ketika ia masih setia kepada gurunya Plato, termasuk ajaran Plato tentang ide.
2. Tahap ia di Assos, ketika ia berbalik dari Plato, mengekritik ajaran Plato tentang ide-ide serta menentukan filsafatnya sendiri
3. Tahap ketika ia di sekolahnya di Athena, waktu ia berbalik dari spekulasi ke penyelidikan empiris, mengindahkan yang kongkrit dan yang individual.

Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking).

Berpikir dilaksanakan dengan perantaraan pengertian-pengertian (meja, kursi, perkakas rumah, dll). Menurut Aristoteles, tiap pengertian berpautan dengan benda tertentu, oleh sebab itu, tiap pengetahuan adalah suatu penggambaran kenyataan. Segala pengertian dapat dihubungkan yang satu dengan yang lain menurut tertibnya dan dapat disusun menurut sifat-sifat yang umum.

Penggolongan menurut sifatnya yang umum ini dapat diperluas lagi hingga sampai kepada kelompok pengertian yang tidak dapat diturunkan dari kelompok yang lebih tinggi lagi, sampai kepada kelompok pengertian yang telah mencakup apa saja yang dapat dikatakan tentang sesuatu. Kelompok paling umum ini disebut kategori. Ada 10 kategori, yaitu:

1. substansi (manusia, binatang, dll)
2. kuantitas (dua, tiga, sepuluh, dll)
3. kualitas (putih, busuk, dll)
4. relasi (rangkap, separoh, dll)
5. tempat (di pasar, di rumah)
6. waktu (kemaren, sekarang, besok, dll)
7. keadaan (duduk, berdiri, dll)
8. mempunyai 9bersepatu, bersuami, dll)
9. berbuat (mengiris, membakar, dll)
10. menderita (terbakar, terpotong-potong, dll)

Kadang ia hanya membuat kategori menjadi 8, tetapi yang paling penting adalah 4 kategori pertama.

Ajaran Aristoteles yang mengenai fisika dan merafisika tidak senantiasa dapat dibeda-bedakan dengan jelas. Sebutan "metafisika" sebenernya memang hanya suatu sebutan yang kebetulan saja. Istilah ini tidak bcrasal dari Aristoteles sendiri. melainkan dari Andronikos dari Rhodos (± 70 SM). la menyusun karya-karya Aristoteles dcngan cara demikian, bahwa karya-karya Aristoteles tentang "filsafat pertama", yang mengenali hal-hal yang bersifat gaib, ditempatkan sesudah karya-karyanya tentang fisika (meta fisika). Kala meta mempunyai arti rangkap, yaitu: sesudah dan di belakang. Judul meta fisitka ketika itu dipandang sebagai tepat sekali untuk dipakai guna mengungkapkan isi pandangan-pandangan yang mengenai "hal-hal yang di belakang gejala-gejala fisik".

Ajaran Aristoteles tentang “yang ada” didasarkan atas ajaran para filsuf pendahulunya. Plato telah memecahkan persoalan yang dihadapi Heracleitos dan Parmenides dengan memandang persoalan itu dari segi keberadaan manusia.

Heracleitos dan Parmenides dihadapkan dengan pemilihan yang sulit, yaitu “apakah kenyataan itu berada di dalam ‘ada’ yang tak berubah, atau di dalam ‘gejala-gejala’ yang terus menerus berubah? Herakleitos hanya mau mengakui gerak saja dan menolak segala gagasan tentang perhentian. sedang Parmenides hanya mau mengakui perhentian saja dan menolak segala gagasan tentang gerak dan peruhahan.

Plato telah mecahkan persoalan itu demikian, bahwa yang serba berubah itu memang ada dan dikenal oleh pengamatan, sedang yang tidak berubah. yaitu idea-idea, dikenal oleh akal. Jadi menurut Plalo ada dua bentuk "yang ada", yaitu bentuk yang dapat diamati, yang senantiasa berubah dan bentuk yang tidak dapat diamati, yang tidak berubah. Hubungan antara kedua bentuk "ada" itu adalah demikian, bahwa "yang tampak" adalah pengungkapan dari "yang tidak tampak”.

Aristoteles tidak setuju dengan pemecahan Plato ini. “Ada” yang olehnya disebut ousia, dalam arti yang sebenarnya hanya dimiliki oleh benda-benda yang kongkrit, artinya: yang sungguh-sungguh berada hanya benda-benda yang kongkrit (meja itu, kursi itu. rumah itu, dll, yang di­amati itu). Di luar benda-benda yang kongkrit, dan di sampingnya tiada sesualu yang berada. "Ada" yang bersifat umum. yang mengungkapkan jenis sesuatu, terdapat di dalam benda yang kongkrit dan bersama-sama dengan benda yang kongkrit itu. Dapat dikatakan, bahwa pengertian­pengertian yang umum (manusia, binatang. dll) hanya mengungkapkan apa yang dimiliki bersama oleh sekelompok benda. Pengertian umum hanya sebutan saja, bukan benda, sekalipun yang dimaksud dengan benda itu hal yang gaib, seperti yang diajarkan oleh Plato.

Inti sari ajaran Aristoteles yang mengenai fisika dan metafisika terdapat dalam ajarannya yang disebut dunamis (potensi) dan energia (aksi). Semua ajaran ini dipakai guna memecahkan soal perubahan dan gerak. "Yang ada" dalam arti yang mutlak adalah apa yang telah terwujud. “Yang tidak ada" hanya dapat menjadi "yang ada" secara mutlak, atau menjadi "yang ada" secara terwujud, jikalau melalui sesuatu, Di antara "yang tidak ada" dan "yang ada" secara mutlak itu terdapat "ada yang nyata-nyata mungkin", atau "yang ada” sebagai kemungkinan, sebagai bakat. sebagai potensi, sebagai dunamis.

Perubahan dan gerak dalam arti yang Iebih luas mencakup hal "menjadi" dan "binasa" serta segala perubahan lainnya, baik di bidang bilangan maupun di bidang mutu dan di bidang ruang. Tiap gerak sebenarnya mewujudkan suatu perubahan dari apa yang ada sebagai potensi ke apa yang ada secara terwujud. Untuk itu diperlukan adanya suatu penggerak yang pada dirinya sendiri telah memiliki kesempurnaan, yang tidak perlu disempurnakan.

Penggerak pertama, yang tidak digerakkan oleh penggerak yang lain ini tidak mungkin dibagi-bagi, tidak mungkin memiliki keluasan serta bersifat fisik. Kuasanya tak terhingga dan kekal. Penggerak pertama yang demikian itu tidak berasal dari dalam dunia, sebab di dalam jagat raya ini tiap gerak digerakkan oleh sesualu yang lain. Penggerak pertama ini adalah Allah. Ialah yang menyebabkan gerak abadi, yang sendiri tidak digerakkan, karena bebas dari materi. Allah adalah Purus, Aktus dan Murni.

Tiap gerak diandaikan adanya tujuan. Dunia ini bertujuan, perkembangannya bergantung pada tujuan itu. Tiap hal yang alamiah memiliki potensi untuk merealisasikan diri sesuai dengan tujuannya. Segala sesuatu di dalam alam raya ini bertujuan. Jagat raya laksana seorang tuan rumah yang baik, yang tidak membuang apa yang berguna. Tujuan gerak segala badan jagat raya itu bukan untuk mencapai kesempurnaan, tetapi untuk menuju kepada Penggerak yang tidak digerakkan, yang tidak berada dalam ruang yang terbatas, yang tidak bersifat badani, yang adalah bentuk aktus murni, yaitu Allah, Ialah yang menggerakkan badan jagat raya ini.

Ajaran Aristoteles tentang manusia melalui dua tahap, yaitu:
1. Tahap pertama masih dipengaruhi oleh Plato, mengajarkan tentang dualisme tubuh dan jiwa serta mengajarkan praeksistensi jiwa.
2. Kemudian meninggalkan dualisme itu. Tubuh dan jiwa dipandang sebagai dua aspek dari satu substansi, yang saling berhubungan, jika tubuh adalah materi, maka jiwa adalah bentuknya. Jiwa adalah aktus pertama yang membuat tubuh menjadi hidup. Pada waktu manusia mati, jiwanya ikut binasa, maka tiada praeksistensi jiwa dan tidak ada jiwa yang tidak dapat mati.

Ajaran Aristoteles tentang negara berhubungan erat dengan etika. Dapat dikatakan, bahwa ajarannya tentang negara mewujudkan lanjutan dan penyelesaian ajarannya tentang etika. Manusia adalah zoon politikon, makhluk sosial, makhluk hidup yang membentuk masyarakat. Demi keberadaannya dan demi penyempurnaan dirinya diperlukan persekutuan dengan orang lain. Untuk keperluan itu dibutuhkan negara. Negara bertujuan untuk memungkinkan hidup dengan baik, seperti halnya dengan segala lembaga yang lain.

Di bidang politik, Aristoteles percaya bahwa bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk demokrasi dan monarkhi. Karena luasnya lingkup karya-karya dari Aristoteles, maka dapatlah ia dianggap berkontribusi dengan skala ensiklopedis, dimana kontribusinya melingkupi bidang-bidang yang sangat beragam sekali seperti fisika, astronomi, biologi, psikologi, metafisika (misalnya studi tentang prisip-prinsip awal mula dan ide-ide dasar tentang alam), logika formal, etika, politik, dan bahkan teori retorika dan puisi.

Dapat dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh pada pemikiran Barat dan pemikiran keagamaan lain pada umumnya. Penyelarasan pemikiran Aristoteles dengan teologi Kristiani dilakukan oleh Santo Thomas Aquinas pada abad ke-13, dengan teologi Yahudi oleh Maimonides (1135 - 1204), dan dengan teologi Islam oleh Ibnu Rusyid (1126 - 1198).

Bagi manusia abad pertengahan, Aristoteles tidak saja dianggap sebagai sumber yang otoritatif terhadap logika dan metafisika, melainkan juga dianggap sebagai sumber utama dari ilmu pengetahuan, atau "the master of those who know", sebagaimana yang kemudian dikatakan oleh Dante Alighieri.

Ah, akhirnya TAMAT BAB 1



The Dual Legacy

Catatan Kuliah : Filsafat Ilmu, 
Kuliah hari ini dengan Prof. Mahfud Arifin, karena saya dipinjami buku milik beliau yang judulnya The Passion of The Western Mind Understanding of the Ideas That Have Shaped Our Wold View karya Richard Tarnas katanya buku ini kereen  Saya merasa terhormat dipinjami buku itu maka saya merasa harus membaca dan meriviewnya minimal ngobrolin sama temen filsuf galau hehehe.

Monday, August 18, 2014

MENGAPA MEME BISA MEMBUAT KITA TERGELITIK?



Ini sengaja saya postingkan di blog, untuk teman yang berada di Papua dan tidak bisa beli koran PR, selamt menikmati :)

Mengapa meme dapat membuat kita tergelitik?


Kemunculan meme tidak dapat dilepaskan dari fenomena sosial dalam masyarakat. Atas dasar itu, untuk memahami sebuah meme, orang yang melihatnya haruslah terlebih dahulu memahami konteks fenomena sosial yang terjadi. Misalnya, baru-baru ini tengah beredar sejumlah meme menyindir pernyataan Taufik Ridho yang mengatakan bahwa Tangkuban Parahu dibuat oleh Roro Jonggrang (terkait dengan pengumpulan data gugatan tim Prabowo-Hatta dalam pilpres 2014). Karena ucapan tersebut dianggap sebagai fenomena sosial yang menarik (seorang tokoh politik salah dalam menyebutkan legenda yang sudah umum diketahui masyarakat), maka berbagai meme tentang itu sontak muncul dan direspon secara massal di jagad dunia mayaHal tersebut berlaku pula pada meme yang melibatkan tokoh populer tertentu seperti Barrack Obama, Yao Ming, Gandalf, Austin Powers hingga Captain Picard. Kemunculan mereka di layar kaca membuat tokoh-tokoh tersebut dikenal oleh masyarakat secara luas. Hal-hal seperti karakter, mimik, suara, hingga gestur, secara umum sudah dimengerti oleh mereka yang sering mengamati media massa. Maka itu, para netizen baru akan faham atau bahkan tergelitik, jika mereka mempunyai pengetahuan tentang hal tersebut sebelumnya. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa konteks sangat penting bagi kelucuan sebuah meme. 

Saturday, August 16, 2014

Bahasa Indonesia Seru

Momen yang pas, mau 17-an, agaknya tulisan ini seru mengingat besok adalah hari kemerdekaan yang artinya kita harus bangga berbahasa Indonesia. Juga menginat teman-teman pejuang yang mengajarkan Bahasa Indonesia diseluruh dunia. (ini Ibu Sharon, mengajar di Victor Harbour Australia)

SELAMAT TINGGAL MC

Kemarin, 22, 24 Juni, 16 Agustus 2014

      Saya berturut- turut menjadi MC tentu saya senang sekali
menjadi di acara apapun menurut saya adalah sebuah penghormatan, emang kenapa?
karena orang lain percaya acaranya akan baik-baik saja jika saya yang memandu.
padahal mereka tentu tidak tahu kelak bisa saja MCnya menyabotase membuat kacau balau atau membuat hancur acara yang sudah diagendakan dan disetting jauh-jauh hari dengan biaya yang tidak sedikit.

      
      

Monday, June 23, 2014

MENJADI MAHASISWA S3 (tulisan menjelang tahun ajaran baru)

Dua hari lagi saya akan mendapatkan kartu tanda mahasiswa (KTM). Rasa ini pernah hinggap 15 tahun lalu, tahun 1999, ketika pertama kalinya saya harus melepaskan seragam putih abu lambang keremajaan, kegelisahan, kegenitan, kenakalan, keceriaan.

Waktu itu rasanya hampir sama dengan hari ini yang kurasakan, tentunya saya sudah mengarungi ruang dan waktu sebanyak 5.475 hari WAAAAW fantastis. lalu apakah bedanya?

Bedanya, sekarang saya sudah tau seperti apakah seluk beluk sebuah pendidikan. bedanya saya harus mencari uang sendiri untuk memenuhi kehendak mencari ilmu, bedanya saya tahu seharusnya seperti apa pendidikan itu, karena kebetulan saya bekerja disebuah lingkungan bernama pendidikan.

kalau saya runut lagi sejak pertama kali saya kenal bangku sekolahan adalah: tas baru, sepatu baru seragam baru, betapa hebatnya saya yang anak kecil itu mengenal seragam SD, setiap pagi Mama Saya akan mengepangkan rambut saya dan sayapun akan tiba disekolah paling pagi diantar Papa (dan saat inipun saya masih melakukan kebiasaan itu, saya akan datang paling pagi datang kekampus, dan entah kenapa juga saya selalu kebagian mengajar kelas pukul 07:00).

SMP saya mulai dengan sebuah peradaban baru dibenak saya sekolah bukan lagi euforia menggunakan peralatan sekolah baru, ow saya mulai mengenal teman-teman yang hidup berkelompok alias genggong, saya mengenal teman se-Gang yang selalu kompak dan solider kami punya tas sekolah gang, sepatu gang, bahkan kami punya semua barang yang sama se Gang (hai Rima, Dwi, Nila, Dewi, hari kemarin baru saja saya menjadi MC Ulang Tahun anaknya Nila di hari Minggu dimana hari itu adalah hari yang diharamkan untuk mengambil pekerjaan. tapi saya masih ingat betapa kami sehidup dan semati waktu SMP, saya nekat mengambil job itu ditemani suami yang sedikit sewot tapi mau juga menemani).

SMA adalah lanjutan kehidupan Genggong, tapi relatif tidak seheboh SMP. SMA lebih banyak punya teman dekat alias pacar, kalau saya ingat SMA itu masa kritis betapa putus cinta amat menyiksa bisa bikin demam berminggu-minggu. tapi itu teralih ketika mendapatkan kenyataan akan jadi apa saya kelak ditentukan di bangku SMA dengan kewajiban pilih jurusan kamu IPA apa IPS

Akhirnya, saya kuliah lima belas tahun lalu, masa genting ketika nama saya ditulis disebuah koran bukan karena membuat berita atau apa, tapi karena saya tercatat sebagai mahasiswa disebuah PTN. Oh betapa Papa Mama bangga, dan bercerita kesana kemari karena anaknya lulus dan diterima

Tiga setengah tahun berlalu, saya lulus jadi sarjana. tidak ada yang istimewa selain akhirnya berakhir penderitaan mengejar-ngejar dosen pembimbing yang serasa orang paling dicari didunia ini saya bekerja lima tahun, dan saya kecanduan ingin belajar lagi S2 lah saya. dan sekarang saya masih kecanduan betulkan buku yang saya baca "Sekolah itu Candu" buku itu sudah hilang entah kemana

Berikutnya, tahun ini, tahun ini saya akan menuntaskan pendidikan tertinggi. Saya berdoa
semoga kecanduan saya ini menambah bijak dan dewasa dalam berpikir bukan sekedar euforia dan teman, inilah saya si Mahasiswa Baru

Saturday, February 16, 2013

Hasil Company Visit 13-14 ke UI, Detik TV, SCTV dan kompas TV

Sudah beberapa hari ini kepalaku jalan-jalan gak tentu arah. Padahal harusnya diam aja disebuah titik. Hal-hal yang sudah dilakukan antara lain:
1. menulis daftar yang paling disukai : menonton film, belanja buku, menulis jurnal, berenang dan berusaha sesering mungkin melakukan hal-hal tersebut dalam waktu satu minggu.
2.Membangkitkan semangat dengan membuat pernyataan yang dimulai dengan "Jika saya"
Jika saya seorang ibu, jika saya seorang artis, jika saya seorang profesor, jika saya seorang psikolog.
jika saya seorang penulis buku best seller.
3.Banyak makan es krim
4. Menyanyikan lagu "Bagimu Negeri" dengan semangat (ada yang coba trik ini kah :))

Juanita, sedang di make up untuk tayang bacain berita Liputan 6 SCTV
Penyebabnya adalah kepentingan sebuah prioritas. Antara mengembangkan diri dan memprioritaskan diri jadi seorang mommy yang 3B (Brain, Beauty, and Behavior udah kaya pemilihan putri) Ya secara kalau melihat teman yang udah dipercaya tuhan untuk punya anak tapinya kurang bersyukur dengan menelantarkannya suka jadi pengen salto diudara sambil tepuktangan deh.... hehehehe


menyiapkan bahan
menyiapkan baby
Proyeksi ku kedepan : ingin mulai siaran dongeng disebuah stasiun radio, gara-gara ngiler liat para presenter di TVdan penyiar radio yang wara-wiri didunia broadcaast. Rabu dan kamis kemarin teman-teman Ikomers company visit. ke UI Detik TV, SCTV, dan Kompas TV hasilnya;

 meskipun gak full didunia itu, secara tugas kantor kan udah lumayan menyita waktu kali ya. Secara kegiatan dongeng mendongeng yang sudah mendarah daging itu terlupakan secara tidak sengaja digerus oleh kesibukan - kesibukan tak terelakkan. Nah sekarang udah udah mulai nih rutinitas Sabtu markicabs.


Wednesday, February 29, 2012

RINDU Sahabat

Arti seorang teman, berteman dengan berbagai macam suku dan ras
membuat kita cenderung menilai dan membuat stereotip yang sudah menjadi baku di otak kita kalau teman ini berasal dari daerah A artinya A dari daerah B pastinya teman itu punya sifat B. Namun kadangkala kita mendapati seorang teman yang berbeda sifat.

Punya teman yang bisa awet sejak pertama kenal sampai usia menua memang enak, Namun tak mudah mendapatkannya. teman yang "soulmate" itu mungkin hanya hitungan keduabelah jari saja Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya.

Hari ini aku menemukan seorang teman yang tidak begitu, dia berperas layaknya seorang kenalan jauh yang sungkan dan awkward menyampaikan sebuah atau sesuatu yang mungkin tidak mengenakkan, seperti perkataan orang lain yang Ia dengar misalnya. Dari dulu sampai sekarang ada tiga orang teman dekat, yang selalu dirindukan kehadiran dan kedatangannya sahabatku tercinta : Dina Daniasri, Irni Shobarian, Ulfah Zuhriah

Thursday, December 29, 2011

SAMPAIKAN SALAMKU UNTUK NIA..........



Hari ini, hari ke - 30 di bulan Desember saatnya membuang kalender kadarluarsa, dan menggantinya dengan yang baru. Sekedar me-review apa saja yang sudah dilakukan si tahun 2011 tepatnya di hari ini, dipagi ini. Saat seperti biasanya berangkat ke kantor ditemani suami. Ya saat ini sama seperti saat tujuh tahun lalu- pergi diantar suami tercinta. Halooooooo sekarang sudah 2011 dan sebentar lagi 2012 kami merencanakan menambah anggota keluarga kami dengan seorang baby yang entah ganteng atau cantik jelita.

Perjalanan untuk menambah anggota keluarga baru itu tidaklah mudah selain membutuhkan jiwa dan raga yang sehat perlu juga isi kantong yang tebal dan sehat. Entah mengapa pada saat yang bersamaan kebutuhan orang-orang terdekatpun semakin mendekat. Yang adik akan menikah yang berulang tahun. Yang tante minta dibuatkan gigi palsu, yang kakek samping (kedua kakek dari keluargaku dan keluarganya telah tiada) ingin ditebuskan foto-foto jepretannya. Tapi mau buat apa memang itu yang harus dihadapi.

Mungkin yang kemarin sekali adalah datangnya pembantu baru bernama NIA (untuk seseorang yang bernama nia, tapi bukan pembantu mohon maaf,). Kerjanya bagus, cekatan dan bersih, mandi 2 hari sekali keramas setiap hari dan selalu pakai parfum. tapi kesenangannya ambil barang-barang yang menurut dia bagus.

Total barang yang sudah diambilnya :
uang sebanyak Rp 400.000, dimasukkan kedalam saku, diambil waktu hajatan bersama amplop-amplopnya, ketahuan karena amplop itu menyembul dari saku celana jeansnya
T- Shirt 5 potong ketahuan saat disimpan didalam tasnya dan dipaksa dikeluarkan tanpa perlawanan.
atasan kira2 -3 potong ketahuan gara-gara waktu diminta beres2 atasan garis2 merah itupun menyembul dengan manisnya , bra milik mama, kok bra untuk ibu2pun dia suka, HP tanpa charge ketahuan gara2 charge nya masih menempel di dinding sabun muka, sandal crocs, gantungan kunci sekaligus pengharum ruangan, (ah malas mengingatnya)

Catatan = waktu foto burung itu diambil saya ngobrol bareng NIA

Sunday, September 25, 2011

KURSUS LUKIS 1

Sudah lama rasanya tidak menuliskan apapun di lembaran ini.
banyak kisah yang berlalu tanpa sempat merekamnya. Awal minggu di akhir bulan
adalah waktu yang tepat untuk meracang kegiatan di bulan Oktober. Menghimpun
buku-buku yang akan terbit, membuat soal-soal baru, menyelesaikan utang-utang
pekerjaan yang mepet deadline.

Tahun 2011 ini sudah hampir selesai, meski ada sekitar 3 bulan lagi untuk benar-benar menghabiskan tahun kelinci. Tahun ini hanya satu buku yang berhasill meluncur semoga 2012 ada dua buku yang meluncur 2012 (ujungnya dua, kalau 12 buku sepertinya terlalu muluk hehehehe)

Buku apa yang ingin diterbitkan di 2012? Ingin sekali merambah ke genre buku yang menghibur tidak terlalu serius tapi bermakna. buku kumpulan soal kemampuan verbal, buku novel konyol (Nonyol) sama buku gambar. Oya bicara tentang menyusun buku gambar seperti sekarang hobby itu mulai asyik. Mengungkapkan perasaan lewat gambar mengungkapkan curhatan lewat gambar selain orang lain ga bisa baca menulis lewat gambar itu ternyata menyenangkan. melukis ? ya ingin kursus lukis deh jadinya.

Dimana ya tempat kursus melukis di Bandung?

@4th floor geger kalong bandung

Friday, June 10, 2011

KETIKA MALAS MENDERA

Ketika menulis saat ini, sesungguhnya malas telah mendera
Meskipun pagi ini berjalan sangat luar biasa. How Lovely Day. Pagi-pagi berangkat kerja dianter suami. siang-siang dapet hadiah tidak terduga : Payung cantik, tas tangan, dan sebuah boneka lucu.
Menjelang siang hari makanan lezat sudah tersaji di ruang makan kantor what a beautiful day.... :)
Alhamdulillah.

Dengan semua keindahan dan kesenanga itu seharusnya semangat dong ya mengerjakan semua tugas yang sudah selayaknya dikerjakan, mari kita buat daftar prioritas pekerjaan yang menuntut harus segera dihabisi.
1. Menulis : Jurnal untuk Hongkong, dan Solo
: Buku pesanan tentang negosiasi
2. Memasukkan nilai : Tugas dan ujian matakuliah , psikologi persepsi, iklan, public speaking
3. Membaca untuk membimbing tentang : Brand, konvergensi media, dan komunikasi organisasi

Sunday, May 29, 2011

BAHASA INDONESIA DIPELAJARI 45 NEGARA DIDUNIA






Bahasa merupakan hal yang sangat penting di dalam melakukan komunikasi, suatu bangsa akan lebih dikenal apabila bahasa nasionalnya menjadi salah satu bahasa yang dipergunakan oleh bangsa lain di dunia.

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial, tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif, baiknya lagi jika Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara guna membangun untuk saling pengertian dan memperbaiki citra.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional.

“Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh, Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia bahkan anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.

Untuk kepentingan diplomasi dan menambah pengetahuan orang asing tentang bahasa Indonesia, menurut Dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan sehingga orang bisa mengakses dimana saja dan kapan saja.

Di samping itu keberadaan Pusat Kebudayaan Indonesia disejumlah negara sangat membantu dan penting. Negara-negara asing gencar membangun pusat kebudayaannya seperti China yang dalam tempo 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan, sedangkan bagi Indonesia untuk menambah dan membangun Pusat Kebudayaan terkendala anggaran dan sumber daya manusia yang handal.

Dalam sesi pleno sebelumnya Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang Politik Kebahasaan di Indonesia untuk Membentuk Insan Indonesia yang Cerdas Kompetitif di atas Fondasi Peradaban Bangsa mengatakan tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insan yang cerdas, kreatif,inovatif, dan berdaya saing baik lokal, nasional, maupun global.

Untuk memenuhi keperluan itu sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah) bahasa Indonesia dan bahasa asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya.

Dendy Sugono melukiskan kebutuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu untuk lokal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan, dan bahasa daerah, untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan, dan bahasa Indonesia, sedangkan untuk global dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan, dan bahasa asing.

Artinya dengan ini orang-orang Indonesia sudah bisa mempergunakan Bahasa Indonesia di 45 negara tersebut.