Ini sengaja saya postingkan di blog, untuk teman yang berada di Papua dan tidak bisa beli koran PR, selamt menikmati :)
Mengapa meme dapat membuat kita tergelitik?
Kemunculan meme tidak dapat dilepaskan dari fenomena sosial dalam masyarakat. Atas dasar itu, untuk memahami sebuah meme, orang yang melihatnya haruslah terlebih dahulu memahami konteks fenomena sosial yang terjadi. Misalnya, baru-baru ini tengah beredar sejumlah meme menyindir pernyataan Taufik Ridho yang mengatakan bahwa Tangkuban Parahu dibuat oleh Roro Jonggrang (terkait dengan pengumpulan data gugatan tim Prabowo-Hatta dalam pilpres 2014). Karena ucapan tersebut dianggap sebagai fenomena sosial yang menarik (seorang tokoh politik salah dalam menyebutkan legenda yang sudah umum diketahui masyarakat), maka berbagai meme tentang itu sontak muncul dan direspon secara massal di jagad dunia mayaHal tersebut berlaku pula pada meme yang melibatkan tokoh populer tertentu seperti Barrack Obama, Yao Ming, Gandalf, Austin Powers hingga Captain Picard. Kemunculan mereka di layar kaca membuat tokoh-tokoh tersebut dikenal oleh masyarakat secara luas. Hal-hal seperti karakter, mimik, suara, hingga gestur, secara umum sudah dimengerti oleh mereka yang sering mengamati media massa. Maka itu, para netizen baru akan faham atau bahkan tergelitik, jika mereka mempunyai pengetahuan tentang hal tersebut sebelumnya. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa konteks sangat penting bagi kelucuan sebuah meme.