Sunday, November 15, 2009

2012

Tadi malam (15/11), kami menonton sebuah film yang heboh dibicarakan di FB, di angkot, di sms bahkan di ruang praktik dokter gigi. film itu judulnya 2012. Saya dan suami jadi penasaran juga ingin menyaksikan seheboh apakah film itu pukul 12:00 kami menuju BIP karena rencananya ingin nonton pukul 14:00 sambil makan siang sekaligus hunting barang-barang buat pindah praktik juga hunting buku baru.

Sampai di Empire 21 BIP alangkah menyedihkan boro-boro pukul 14:00, 18:00 pun sudah sold out, jadilah kami sepakat menonton pukul 21:00. pantesan ini kan minggu setelah UAS. okay gak papalah kita berkeliaran disekitaran BIP 9 jam. Bayangkan SEMBILAN JAM. ...!

Kita berpisah pukul 14:30 setelah makan siang dan janjian bertemu lagi di Mushola GGM pas Magrib, tapi kok gak kerasa ya jalan-jalan di Mall tiba-tiba saja 6 buah buku berpindah ke dalam tas dan waktu menunjukkan pukul 17:30 siap-siap shalat magrib, acara selanjutnya dilanjutkan makan malam di Riau Junctions selesai makan malam masih setengah sembilan. Ngapain lagi ya?

Hmmmm... gimana kalo ngopi ? Hayulah, menurutku oke juga mampir di Planet Kopi BIP
pas nih kayaknya kalo nongkrong lima belas menitan. Puas membicarakan masa lalu, masa sekarang dan masa depan, kami melanjutkan langkah ke koridor 21, disana sudah banyak orang duduk-duduk selonjoran. kita pun sama

Tapi gak sengaja mata ini menangkap sosok anak -anak pun sama duduk selonjoran makan snack sambil sesekali menguap. bahkan ketika didalam bioskop terdengar suara bayi menagis ketika film akan dimulai OMG sedahsyat itukah 2012 bahkan anak-anak pun harus ikut orang tuanya ketika mereka perlu terlelap??????
lorong layaknya gerbong kereta

Saturday, April 11, 2009

satu malam di rumah kontrakan

Habis melihat rumah yang akan kita tinggali selama dua tahun ini
haduh kita kok malah berantem gara2 sebuah kamar kerja
mungkin karena kita sudah cape mengurus pindahan jadi sama-sama napsu pas ngeliat (napsu pengen ngamuk). Padahal, rumah yang akan kita kontrak itu sudah dibayar lunas.

Hmmm entahlah apakah rumah itu yang bermasalah atau komunikasi kita sangat buruk.
Gak ada sinyal jadi salah nerima cross call kalo kata orang2 yang bergumul di dunia telekomunikasi. gara2 sebuah kamar kerja halah-halah rurrr biasa perangnya. kadang2 hal kecil jadi tidak termaafkan kalo sedang keluar egonya. tapi kadang2 juga hal yang besar terlupakan begitu saja kala sedang gembira.

Friday, March 20, 2009

CIRSI

Orang bandung terkenal dengan sebuah kata kreatif, kreatif dalam membuat singkatan istilah kerennya abreviasi. Tadi siang pas mau ke Bank BNI samping UNPAD ada emang-emang yang jualan CIRSI apa sih CIRSI?

Cirsi, sebuah kata yang menawarkan ribuan misteri berhubung saya penasaran saya menghampiri eh ternyata pas dideketin masih yang itu-itu juga kan udah kagok menghampiri si emang "Mang Cirsinya tiga" ternyata Cirsi itu cireng isi. cireng sendiri terdiri dari kata Aci digoreng.

Masih ada sebuah kaos yang dibuat seorng teman untuk oleh -oleh tulisannya SIAPA BILANG ORANG SUNDA GAK BISA NGOMONG F, ITU MAH PITNAH, hehehehe... saya bangga jadi orang Bandung

Kalian Begitu Manis

Hari ini capeeeee banget, kelas terapi full abes.
Syukurnya mereka sangat koperatif, Marco, Pasya, Lusi, sama Raka mereka manis-manis, terimakasih ya Allah, Alhamdulillah seandainya saja tadi mereka merepotkan pasti pulang ke rumah aku membawa sisa-sisa kesebalan. Well, di tempat terapi ada pemberlakukan menggunakan name tag semua asisten psikolog harus mengenakannya disaat bertugas. Bagus name tag nya, jadi kalo ada apa2 misalnya komplain atau apa bisa langsung tunjuk hehehehe

Pasya hari ini lagi seneng banget main color memory disela-sela waktu bermainnya dia nyeletuk "Bu aku punya tebakan, binatang apa yang hitam putih merah?"
"O... kumbang, ada yang hitam, putih dan ada yang merah"
"Salah atuh, yang bener Kuda Zebra lagi di kerokin"
"Oke satu kosong, apa bedanya upil, sama apel,mereka coba Pasya atau Lusi bisa jawab ga?"
mereka diem aja
"Jawabannya, apel ditaro di atas meja upil dibawah meja" mereka tertawa terkekeh-kekeh.
"Lusi punya tebakan gak?" tanyaku
Lusi yang dasarnya pemalu hanya menggeleng
lagi-lagi Pasya menawarkan tebakan
"bagian tubuh apa yang selalu kering walau disiram"
"gigi" jawab Marco
"Salah jawabnya tulang kering"
"Oh kalo gitu giliran akueun ya, Bu apa persamaan jemuran sama telepon" kata Marco
"Ah itu mah stadar, sama-sama diangkatkan kalo kring, hehehehe" lagi-lagi dia tertawa senang, lanjutnya lagi "Apa bedanya Rok sama roket?" tanya Pasya, "Ah, pertanyaannya aneh" kata Lusi.
"Jawabannya kalo rok makin tinggi makin keliatan, kalo roket makin tinggi makin gak keliatan, hehehe" kali ini dia terlihat sangat puas.
"Wah Pasya porno" kata Lusi

Hmmm hari yang indah, terima kasih anak-anak kalian begitu manis
"

Monday, March 09, 2009

Antara Blogku, Blogdika, dan Blogmahasiswa ITB

Hari ini aku nonton Kambing Jantan bareng Mr. Bhanu.
hmm boleh juga kita kebagian duduk di depan, penontonnya banyak banget
menurut si pembuat buku dan sekaligus pemain filmnya ini
hari pertama penontonnya 17.000 orang coba deh cek di link ini http://radityadika.com/siapa_sih_radit/

Nah yang membuatku gondok, selain Mr Bhanu ngemil mlu padahal aku lagi diet, gondok satunya lagi kapan ya ada yang mau nerbitin blog ini jadi buku. wkwkwkwkw
Emang sih menurutku blog ini kurang rapi dan kurang seru untuk pecinta humor tapi seperti kata Dika aku di film itu, "Gw nulis cuma ingin cerita". anyway meskipun sebagai seorang dosen harusnya gak kaya gini (nulis huruf kapital aja kadang salah, istilah asing gak dimiringin) wahai mahasiswa silakan hakimi ini di kelas Tata Tulis Karya Ilmiah kita, disini mah bebas ajah lah yang penting bisa menikmatinya baik si penulis maupun si pembaca.

Balik lagi ke masalah blog. blog ini adalah diary yang ditulis pertama kalinya oleh seorang istri yang kesepian di negeri yang jauh terpencil karena suaminya harus praktik sampae jauh malam dan seterusnya...... Dalam kesepian itu semua gundah juga semua gulana yang ada di otak kiri maupun otak kanan keluar gitu ajah. Sebenernya malu sih kalo ada orang yang baca, tapi kayaknya pastilah ada yang punya nasib dan kejadian sama seperti yang gw alamin juga, entah dibelahan bumi yang mana.

Dan sejak ada blog ini sedikitnya masalah emosi teratasi, menurut buku yang pernah gw baca " Writing for Emotional Balance" Karangan Beth Jacobs, PhD menulis itu mampu membuat kondisi emosional lebih stabil baik emosi baik maupun emosi buruk. Nah berkaitan dengan emosi juga, jadi inget sebuah artikel yang judulnya "Meningkat, Mahasiswa ITB Datangi Konseling" artikel yang gw guniting hari rabu 04 Maret 2009 ini bilang mahasiswa ITB yang stres naik 130 %. Ini disebabkan oleh persaingan di ITB yang ktat banget pastinya secara anak ITB kan rata2 anak paling pinterlah di SMAnya trus digabungin sama anak yang pinter2 juga bersainglah mereka.

Kalau menurutku sih ada baiknya menulis supaya ga stres, trust me !

Sunday, March 08, 2009

Public Relations Online Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi sebuah lembaga penuh idealisme, sebuah lembaga yang punya harga diri tinggi itulah hal yang mendorongku untuk menulis tesis dengan tema diatas, dikaitkan dengan citra jadilah, Pengaruh Penggunaan Cyber Public Relations di Media Web terhadap pembentukan citra lembaga perguruan tinggi.

disamping itu maraknnya webometrics yang rajin menilai web berdasarkan visibility, rich, siza, dan scholar web-web perguruan tinggi, makin hangat saja isue nya. dalam dua hari menyebarkan angket dan langsung beres. namun, apa yang terjadi ternyata responden menjawab pertanyaan ini dengan kebanyakan ragu-ragu aduuuuuh ancur deh kata dosen pembimbing pertanyaan salah atau diisi sendiri. Angket itu sebenarnya sudah diuji validitas dan reliabilitasnya oke. di isi sendiri? wah paling males ngisi-ngisi angket.

menurutku kemungkinan terbesarnya adalah responden memang ragu-ragu atau tidak tahu adanya fasilitas web dikampusnya. waaaaah kacau mau ngomongin lagi sama ank statistik mendingan ragu-ragu itu dibuat tidak setuju aja hehehehehe berarti tulisan ilmaiah ini sudah mulai ngaco

Ya apapun resikonya tanggunglah oleh peneliti, dalam kaitan ilmu, teknologi dan agama ilmu dan teknologi mengubah sesuatu yang dianggap suci menjadi tidaklah bernilai sebaliknya manusia menganggap teknologi adalah hal yang suci bener gak? (Pemikiran Ellul Jaques)

Saturday, March 07, 2009

badan sehat bebas koresterol

diet hari kedua, uhhh baru kerasa laper.
rasanya seperti puasa tiap hari. bayangin aja boleh makan
cuma 3 sendok aja siang, sama malem.
ini perjuangan yang luar biasa, toh kita gak bisa membayar orang lain untuk menggantikan diet ;)

kenapa aku jadi seperti ini ceritanya kemaren nganter Aa check up ke dokter Herman di Provita daripada bengong tes juga ah, tes iseng-iseng berhadiah ternyata menghasilkan sesuatu di luar dugaan. Koresterol nya 214 (lebih 14 poin). Bak kebakaran jenggot sepulang dari cek itu langsung ke klinik rochele dan kata dokter tidak boleh makan apapun kecuali 3 sendok nasi yang ditambah sedikit lauk tidak bersantan. tidak boleh sarapan. Ganti sarapan adalah madu.

biarlah aku coba untuk disiplin berhenti membayangkan nikmatnya fetucini beef, atau coklat hangat lselagi hujan alu menggantinya dengan membayangkan badan sehat, segar, koresterol rendah, perut rata, bagus kalo pake baju apapun juga, targetnya dokter bilang sih turunin sampai lima kilo aja

abis itu baru boleh sedikit longgar boleh makan buah kalo laper sebagai pengganti cemilan kalo sekarang makan buahpun dilarang ;(

Saturday, February 28, 2009

Memandang Batu Gong


Sebahagia apapun kita,
Sedinamis apapun kita
Tentunya pernah merasa jenuh
Apa sih penyebab jenuh?
Jenuh disebabkan banyaknya tekanan dan tuntutanyang tidak dapat kita penuhi.
Tidak peduli sekaya apapun kita
Tidak peduli secantik dan seganteng apa kita
Memang tidak pernah lepas dari tuntutan
Bagi mahasiswa tuntuan untuk cepat lulus
Bagi orang tua jelas banyak tuntutan yang harus dipenuhi
Dan bagiku tuntutan itu seperti sesuatu yang terus mengejar
Mungkin tidak hanya untukku, terutama bagi suamiku, everybody mengatakan
"Mana nih, anaknya?" Apa yang harus ku usahakan bagi adanya seorang bayi mungil tidak dapat kupenuhi, karena bukan aku yang memutuskan melainkan TUHAN. Setiap kali aku mengungkapkan tuntutan dari lingkungan di sekitarku, imbasnya pada suami.
Aku tahu pastilah dia mengalami kejenuhan serupa denganku
Namun, memang begitulah hidup. Ingin aku melihat laut, dan menyendiri
di pantai, mendengar debur ombak tanpa ada orang yang mencintaiku dan menuntut apapun dariku. tidak ada seorangpun, tidak juga kau wahai sepasang mata yang memelototi tulisan ini